Sun, May 19, 2024
DLH Prov. Sulbar melaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan tutupan vegetasi dalam upaya aksi mitigasi perubahan iklim.

Mamuju – Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan tutupan vegetasi dalam upaya aksi mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 Februari 2024 di 3 lokasi yaitu Desa Saludengen, Desa Batu Pannu dan Desa Sinyonyoi Kab. Mamuju.

Pengendalian Kerusakan Lingkungan merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah provinsi dari Kabupaten/kota sebagaimana yang telah  diamanatkan dalam Permen LHK Nomor 27 tahun 2021 tenteang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. IKLH ini menggambarkan kualitas lingkungan hidup dalam suatu wilayah, dimana salah satu indikator perhitungan adalah indeks kualitas tutupan lahan (IKTL) yang didapatkan dari Tutupan Hutan baik dalam Kawasan maupun diluar Kawasan Hutan, Hutan Kota, Ruang Terbuka Hijau dan Tutupan Vegetasi lainnya.

Kegiatan peningkatan tutupan vegetasi dengan tanaman produktif dalam upaya aksi mitigasi perubahan iklim dibuka langsung secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sulbar, H. Zulkifli Manggazail, SE, M.Si, didampingi oleh Kabid. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dan Kabid. Pengolahan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas serta di hadiri aparat desa dan Kelompok Tani.

Dalam sambutannya Kadis LH Mengatakan “Kegiatan peningkatan tutupan  lahan  dengan tanaman produktif bertujuan untuk menambah tutupan vegetasi, dimana vegetasi berupa pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dan juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan (nilai ekonomis) bagi masyarakat”.

Perubahan penggunaan lahan miring dari vegetasi permanen (hutan) menjadi lahan pertanian intensif menyebabkan tanah menjadi lebih mudah terdegradasi oleh erosi tanah. Akibat degredasi oleh erosi tanah ini dapat dirasakan dengan semakin meluasnya lahan kritis. Praktek penebangan dan perusakan hutan (deforesterasi) merupakan penyebab utama terjadinya erosi di kawasan daerah aliran sungai (DAS)

Kadis LH juga mengharapkan agar masyarakat tidak membuka lahan pada daerah kemiringan/curam untuk ditanami tanaman pertanian jangka pendek seperti Jagung, Nilam atau padi lading karena tanaman ini memiliki perakaran yang dangkal sehingga tidak mampu mengikat tanah dan menyimpan air yang dapat mengakibatkan erosi, banjir dan tanah longsor. Penanaman tanaman produktif ini diharapkan menjadi solusi bagi lingkungan dan masyarakat karena tanaman prdouktif dapat bernilai ekonomis dan perakarannya yang dalam mampu mencegah erosi, banjir, dan tanah longsor.

Galley :

0 Comments

Leave a Comment