Sun, May 10, 2026
FORUM GRUP DISKUSI PENGENDALIAN PENCEMARAN SUNGAI KARAMA


Mamuju – Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan FGD pengendalian pencemaran sungai karama pada hari senin tanggal 30 juli 2025 bertempat di Hotel Grand Putra Kab.Mamuju. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sulbar, H. Zulkifli Manggazali, SE, M.Si , dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Mamuju, Kepala Bappeda Kab. Mamuju, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi Barat, Kabid. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH prov. Sulbar, unsur pemerintah terkait dan tokoh masyarakat.

Pengendalian lingkungan hidup merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Permen LHK No 27 Tahun 2021 Tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKLH ini menggambarkan kualitas lingkungan hidup dalam suatu wilayah, dimana salah satu indikator perhitungan adalah indeks kualitas air (IKA) yang didapatkan dari pemantauan sungai. Khusus untuk sungai karama yang merupakn sungai skala prioritas nasional yang dipantau oleh provinsi.
IKA Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2024 sebesar 55.93 masuk kategori sedang dengan peringkat ke 19 dari 38 provinsi dan untuk Kab. Mamuju sendiri nilai IKA 53,69 kategori sedang, nilai indeks respon IKA53,96. Secara nasional berada pada peringkat 142 dari 514 Kab/Kota dan peringkat ke 5 dari 6 kabupaten Se-Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan ini sejalan dengan salah satu visi misi Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, M.M & Wakil Gubernur Sulawesi Barat Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga yaitu membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan adanya kegiatan ini para stakeholders diharapkan dapat Menyusun rencana aksi pelestarian sungai, seperti reboisasi bantaran sungai, pengelolaan sampah terpadu, atau pembentukan komunitas peduli sungai. serta Meningkatkan Kepedulian dan Partisipasi Publik seperti Mengedukasi pentingnya sungai dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan.

Dalam sambutannya Zulkfili mengatakan “untuk dapat mencapai kualitas lingkungan hidup yang baik maka saya mengajak stakeholder terkait untuk bersinergi dalam membuat program kegiatan yang tujuannya untuk pelestarian lingkungan khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sungai”.
Kegiatan FGD ini dijadikan sebagai momentum untuk menjalin kerjasama yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, camat, perusahaan dan seluruh masyarakat khususnya yang berdomisili di bantaran sungai untuk tetap menjaga fungsi sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat, dengan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sungai.

Melalui kegiatan FGD sungai karama ini Zulkifli berharap bahwa kegiatan ini dapat menghasilkan suatu rumusan terkait kebijakan pengelolaan lingkungan dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian fungsi sungai melalui perencanaan program kegiatan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat . terkhusus kepada masyarakat yang berdomisli di sekitar bantaran sungai karama untuk tetap menjaga fungsi dengan tidak membuang sampah ke sugnai. Serta turut aktif dalam melakukan restorasi daerah aliran sungai.

Gallery :

0 Comments

Leave a Comment