Sun, May 10, 2026
Ratusan Tukik Dilepas ke Laut : Upaya Bersama Lestarikan Penyu di Pantai Mampie
Pelepasan Tukik (anak penyu). Anggota DPR RI, Ajbar Abd. Kadir Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulwesi Barat, Zulkifli Manggazali, mewakili peserta melakukan pelepasan Tukik dipantai Mampie, Sabtu 26 Juli 2025.

Polman – Sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan pesisir dan pelindungan satwa dilindungi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat berkoloborasi dengan Komunitas Sahabat Penyu dan masyarakat sekitar melaksanakan kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, kab. Polewali Mandar.

Pelepasan tukik (anak penyu) di Pantai Mampie sebanyak Sebanyak 250 ekor tukik, merupakan rangkaian Acara Aksi Penanaman Mangrove dalam Rangka memperingati hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2025, Tukik-tukik ini merupakan hasil penangkaran semi-alami dari telur penyu yang ditemukan dan dilindungi selama masa inkubasi oleh kelompok konservasi lokal.

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI, Ajbar Abd. Kadir, KBO Polair Polres Polman Iptu Andi Awal, BBKSDA Sulawesi Selatan, Radio Antar penduduk Indoensia (RAPI), Komunitas Pencinta Lingkungan, Siswa dan Masyarakat setempat. 

“Kegiatan Pelepasan Tukik merupakan bentuk nyata aksi konservasi Penyu sebab Penyu termasuk merupakan salah satu satwa laut yang dilindungi di Indonesia dan dunia karena populasinya semakin menurun dan menghadapi berbagai ancaman, pelepasan Tukik ini juga merupakan Upaya untuk menjaga keanekaragaman Hayati Kita khususnya di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat”. Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulwesi Barat, Zulkifli Manggazali.

Peninjauan Lokasi penangkaran semi-alami dari telur penyu yang ditemukan dan dilindungi selama masa inkubasi oleh kelompok konservasi lokal.

Sebelum pelepasan tukik, para peserta mendapatkan edukasi singkat yang berharga dari Ketua Komunitas Sahabat Penyu, Muhammad Yusri. Beliau menjelaskan mengenai daur hidup penyu dan pentingnya teknik pelepasan yang benar. “Tukik yang dilepas hari ini akan kembali 30 tahun yang akan datang ke tempat asalnya dilepas. Oleh karena itu, pelepasan tukik ke laut sebaiknya jangan diangkat agar ketika penyu kembali lagi akan mengetahui tempat asalnya menetas,” ujarnya, memberikan pemahaman mendalam tentang naluri penyu.

Masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam konservasi penyu, seperti menjaga kebersihan pantai, tidak mengganggu sarang penyu, dan tidak membeli produk berbahan dasar penyu.

DLH Sulawesi Barat berharap, kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Inisiatif ini bukan hanya program edukasi, tetapi juga fondasi penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian wilayah pesisir Sulawesi Barat untuk generasi mendatang.

0 Comments

Leave a Comment